Pada dasarnya iklan digunakan oleh pihak produsen suatu barang untuk memperkenalkan barang hasil produksinya, dengan cara menampilkan sisi-sisi kelebihan dari produknya, dan meniadakan sisi-sisi yang menjadi kelemahan dari produknya. Hal ini bukan tanpa alasan, hal ini digunakan untuk menarik minat konsumen untuk menjatuhkan pilihannya pada produk tersebut.
Tapi dewasa ini tak sedikit pula iklan-iklan yang justru menampilkan lawan produknya, misalkan saja produk minuman E Juss, yang terang-terangan menyebutkan kata “roso-roso”, yang menjadi slogan dari produk minuman berenergi Kuku Bima. Hal ini bukan tanpa tujuan, tujuannya tak lain adalah ingin menjatuhkan pamor pesaingnya tersebut.
Hal ini seharusnya tidak boleh terjadi, karena hal ini termasuk perilaku bisnis yang buruk atau tidak etis. Dan hal ini juga bisa di cegah, apabila masing-masing produsen dalam mengiklankan produknya saling menghargai para pesaingnya dan pembuatannya dengan berdasarkan pada peraturan-peraturan yang telah ada.
Sumber : dari iklan di media elektronik ( Televisi ).





.jpg)



